Mejuah-juah

Tuhan si masu-masu

Kamis, 11 Agustus 2011

Global Warming

Global Warming is the increase in the average temperature of earth’s near-surface air and oceans since the mid-20th century, and its projected continuation. According to the 2007 Fourth Assessment Report by the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), global surface temperature increased 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) during the 20th century. Most of the observed temperature increase since the middle of the 20th century has been caused by increasing concentrations of greenhouse gases, which result from human activity such as the burning of fossil fuel and deforestation. Global dimming, a result of increasing concentrations of atmospheric aerosols that block sunlight from reaching the surface, has partially countered the effects of warming induced by greenhouse gases.
The Effects of Global Warming
Effects on weather
Increasing temperature is likely to lead to increasing precipitation but the effects on storms are less clear. Extratropical storms partly depend on the temperature gradient, which is predicted to weaken in the northern hemisphere as the polar region warms more than the rest of the hemisphere. When we watched the news on the TV, we can see the storms, flood and the other disasters. All of this are happen because the change of the wheather. Today we can not predict the weather, because in the morning the wather is so bright and clear but in the evening, it can be change to be cloudly or  rain.

Local climate change
Regional effects of global warming vary in nature. Some are the result of a generalised global change, such as rising temperature, resulting in local effects, such as melting ice. In other cases, a change may be related to a change in a particular ocean current or weather system. In such cases, the regional effect may be disproportionate and will not necessarily follow the global trend.
There are three major ways in which global warming will make changes to regional climate: melting or forming ice, changing the hydrological cycle (of evaporation and precipitation) and changing currents in the oceans and air flows in the atmosphere. The coast can also be considered a region, and will suffer severe impacts from sea level rise.
Sea level rise
 According to the scientists, between 1993 and 2003, the rate increased above the previous period to 3.1 [2.4 to 3.8] mm/yr. IPCC (2007a) were uncertain whether the increase in rate from 1993 to 2003 was due to natural variations in sea level over the time period, or whether it reflected an increase in the underlying long-term trend. When we read the news paper, we can read the issues that one island can be sink below a surface near the future because of the sea level will rise because of the ice sphere in the Antarctic ocean will be molten. For the example, the scientists has show us some evidence that Jakarta will be sink below the surface at 2050 if we can not stop global warming. And it can be continuous to the other island.

Temperature rise

According to the scientists, from 1961 to 2003, the global ocean temperature has risen by 0.10 °C from the surface to a depth of 700 m. There is variability both year-to-year and over longer time scales, with global ocean heat content observations showing high rates of warming for 1991 to 2003, but some cooling from 2003 to 2007. The temperature of the Antarctic Southern Ocean rose by 0.17 °C (0.31 °F) between the 1950s and the 1980s, nearly twice the rate for the world's oceans as a whole . As well as having effects on ecosystems (e.g. by melting sea ice, affecting algae that grow on its underside), warming reduces the ocean's ability to absorb CO. Here at Unai, we can felt the same thing. At 2006, where ever we go, we must use sweater. No matter  its daylight or night because the temprature was so cold. But today we do not need to use the sweater in the daylight or even in the night because the temprature has rise.

How to solve the global warming:
1. Set limit on global warming pollutions.
2. Invest in green jobs and cleans energy.
3. Drive smarter car.
4. Creater green homes and buildings.
5. Build better communities and transportations networks.

Conclusion
Global warming is the increase in the average temperature of earth’s near-surface air and oceans since the mid-20th century and its projected continuation. Every year the temprature will increase and it is the serious threat for us and for our next generation. We can not imagine that our next generation will be alive in the high temprature and it does not secure for them. Let us keep our earth from the global warning so, we able to feel the secure earth today and to be the saving for our next generation.

Rabu, 10 Agustus 2011

Pangandaran With Friends

Suasana pagi hari


Olahraga pagi

Serasa pemilik kapal

Persiapan naik kapal

Pake pelampung perlu diajarin

Safety guard

Senyum pepsodent

Enjoey aja...

Laut dalam

Mencoba tetap tenang ditengah deru ombak..

Serasa diatas dek Titanic..

Sohib kental..

Tugu kenangan

Entis dan Sutisna

Dua pahlawan ..

Dalam kesendirian..

Tiga serangkai...

Berendam dikolam lautan luas...

Driver BUDIMAN..

Selasa, 09 Agustus 2011

Langsing dengan Energi Positif

Ilmu psikologi membuktikan energi positif dapat membuat kita berhasil mencapai segala cita-cita, termasuk menurunkan berat badan. Iya, energi positif bisa membuat program diet kita sampai pada tujuan lebih cepat. Tidak percaya?

Saat berbicara mengenai energi positif, kita pasti mengdeskripsikannya sebagai mengatur otak untuk selalu berpikir positif terhadap segala yang terjadi pada diri kita. Apakah ini hal yang mudah atau justru sangat tidak mungkin? Justru disini letak tantangannya.

Karena sebenarnya, cara kerja energi positif hampir sama dengan program diet. Keduanya sama-sama melatih diri untuk mengikuti keinginan tubuh. Saat kita berhasil memilah mana yang dapat menyemangati kita agar tetap fokus mencapai cita-cita, maka kita telah memiliki energi positif.

Hal serupa juga kita terapkan pada program diet. Saat kita percaya akan kemampuan diri mengalahkan nafsu makan yang berlebihan, maka ‘energi’ program diet kita sebenarnya adalah energi positif. Dan kali ini, Prevention akan mengajak kita semua melakukan diet energi positif setiap hari dengan melakukan trik berikut ini:

Senin : Benahi peta pikiran kita.
Bagi banyak orang, program diet adalah penyiksaan padahal ini adalah salah satu cara agar kita bisa lebih bersyukur atas tubuh yang diberikan pada kita. Dengan menurunkan berat badan, kita telah menyelamatkan diri dari berbagai macam penyakit kronik. Ini artinya, kita punya waktu banyak untuk menikmati momen-momen bahagia bersama orang-orang tercinta.

Saat bobot mulai berkurang, kita tak perlu merasakan nafas yang tersengal-sengal setiap kali berjalan. Apakah ini yang dinamakan penyiksaan? Jadi mulailah fokus pada manfaat yang dapat kita nikmati dari program mengatur pola makan dan berolahraga teratur. Bayangkan kebahagiaan yang sudah menunggu kita cukup lama. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghampiri kebahagiaan itu.

Selasa : Tempatkan diri Anda pada posisi paling atas pada daftar prioritas.
Coba telisik, seberapa sering kita mengabaikan diri sendiri karena terlalu sibuk bekerja untuk perusahaan? Pernahkah terlintas saat kita mengabaikan kesehatan diri sendiri, maka bisa jadi ada masa di mana tubuh kelelahan dan tak dapat melakukan apa-apa? Cobalah untuk menyediakan waktu untuk diri kita sendiri. Apakah itu untuk pembentukan mental atau fisik kita. Dan satu-satunya cara pembentukan itu berjalan optimal adalah dengan menjadikan diri kita sebagai prioritas utama.

Konsekuensinya, kita harus berani menolak makanan berlemak pada saat menghadiri pesta. Atau memaksakan diri bekerja semalam suntuk hanya untuk membuat bos senang. Bagaimana pun juga tubuh butuh istirahat. Dan berilah hak ini secara khusus bagi diri kita sendiri, jangan selalu memenuhi tuntutan dari sekitar kita.

Rabu : Buat daftar kegiataan apa saja yang bisa membuat kita bahagia.
Sebisa mungkin, buatlah daftar yang mudah dilakukan dan tak berhubungan dengan makanan. Misalnya membaca buku, mendengarkan musik, belajar alat musik baru, atau belajar bahasa baru. Tujuannya adalah untuk mengalihkan ‘kesendirian’ kita yang selalu dikelilingi dengan makanan menjadi waktu memanjakan diri. Bonus lainnya, cara ini akan membuat kita punya pelarian yang positif setiap kali menghadapi masalah.

Kamis : Waktunya melakukan perawatan diri.
Minimal seminggu sekali kita memberikan reward pada diri. Yup, lingkarilah tanggal-tanggal yang tepat untuk memberikan rileksasi pada pikiran dan otot-otot tubuh. Pilihannya beragam, bisa pergi ke gym, spa, atau creambath. Ini lebih baik ketimbang duduk di depan televisi dengan mengunyah berbagai camilan tinggi sodium dan lemak.

Jumat : Nikmatilah makanan kesukaan kita.
Sebenarnya tak ada makanan ‘terlarang’ karena makanan adalah sebuah kebiasaan bukan isu moral. Artinya, saat kita makan yang harusnya terlintas di kepala adalah nikmat. Tapi kata nikmat bukan berarti harus makan dengan berlebihan. Karena bagaimana pun juga, Tuhan sudah menciptakan mekanisme yang sempurna agar kita mengerti kata cukup dalam setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Jadi jangan paksa tubuh bekerja di luar sistemnya.

Sabtu : Olahraga itu harus menyenangkan!
Itu mengapa berhentilah mengaitkan olahraga dengan keringat bercucuran dan nafas yang tersengal-sengal. Pilihlah olahraga yang kita sukai, mulai dari berjalan di pantai, jogging sambil mendengarkan musik kesukaan kita, sampai berenang. Agar kesenangannya bertambah, sesekali ajaklah teman untuk berolahraga bersama. Dan buatlah variasi olahraga dua minggu sekali, sehingga kita selalu menemukan tantangan baru.

Minggu : Waktunya berbicara dengan diri sendiri.
Coba lakukan evaluasi, apa saja yang berhasil kita lakukan sesuai perencanaan dan apa saja yang meleset. Amati faktor pendukung dan penghambatnya. Jika ternyata kita lebih banyak mencapai titik keberhasilan, beri selamat pada diri sendiri. Tapi jika sebaliknya, semangati diri untuk melakukan yang terbaik bagi diri kita.

Sebenarnya, apa yang kita lakukan selama seminggu ini adalah manajemen pikiran. Kita membuat diri kita lebih rasional dalam bertindak, dan pikiran yang rasional akan mengkontruksi tingkah laku yang sejalan denngan apa yang kita pikirkan. Jadi, biarkan energi positif itu menghampiri dan menyusutkan bobot kita. 


SUMBER: KOMPAS